Senin, 07 Desember 2015

Hilma Nurliana 1815153005



LAPORAN OBSERVASI SITU BABAKAN
TRADISIONAL SUKU BETAWI










PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA


                                                                                       

KATA PENGANTAR

              Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi Maha penyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya. Sehingga saya dapat menyelesaikan laporan tentang Observasi ke Situ Babakan Suku Betawi. Laporan ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan laporan ini. 
             Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki laporan observasi ke situ babakan suku betawi ini.
           Akhir kata saya berharap semoga laporan observasi ke situ babakan suku betawi ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.






                                                                                           
                                                                                     
Jakarta, 08 Desember 2015                                                                                                                              Penyusun : Hilma nurliana


Daftar Isi

Kata pengantar…………………………………………………………………………………..i
Daftar isi………………………………………………………………………………………...ii
BAB I Pendahuluan…………………………………………………………………………….1
A.    Latar belakang…………………………………………………………………………..1  
B.     Tujuan laporan observasi……………………………………………………………….2
C.     Kegunaan atau manfaat observasi………………………………………………………2  
BAB II Pelaksanaan Kegiatan…………………………………………………………………..3
A.    Waktu……………………………………………………………………………………3
B.     Obyek……………………………………………………………………………………3
C.     Biaya…………………………………………………………………………………….4
D.    Perjalanan dan Hasil Kegiatan…………………………………………………………4-5
·         Ondel-ondel……………………………………………………………………5-7
·         Membatik………………………………………………………………………8-9
·         Kembang goyang……………………………………………………………..10-13
BAB III Penutup………………………………………………………………………………..14
Kesimpulan……………………………………………………………………………………..14









BAB I
pendahuluan
A.   Latar Belakang

         Indonesia adalah Negara yang memiliki banyak pulau yang di kelilingi oleh lautan dan setiap daerah memiliki kesenian dan kebudayaan yang berbeda-beda pula. Ibukota Indonesia adalah Jakarta. Rata-rata penduduk Jakarta adalah orang-orang yang berasal dari Jakarta atau suku Betawi. Namun saat ini sudah banyak masyarakat luar Jakarta uang tinggal di kota Jakarta karena merupakan kota metropolitan dan kota perantauan bagi mereka yang ingin mencari pekerjaan bahkan ingin mengubah nasib di perantauan.
       Walaupun dikenal sebagai kota metropolitan, Jakarta memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang ada didalamnya khususnya mereka yang asli berasal dari Jakarta atau suku betawi. Jakarta memang sebagai ibukota dari dari Negara Indonesia namun Jakarta tidak akan pernah lepas dari kesenian dan kebudayaan yang ada dan menyangkut di dalamnya. Saya akan menjelaskan beberapa kesenian dan kebudayaan yang adaa di Jakarta atau suku betawi.     














B.  Tujuan Laporan Observasi
1.      Untuk Mengenal kebudayaan dan kesenian betawi
2.      Untuk Mengetahui apa saja kesenian dan kebudayaan betawi
3.      Untuk Mengetahui makanan khas Jakarta






C.  Kegunaan atau manfaat observasi  
1.      Memperoleh banyak pengetahuan akan kesenian dan kebuyaan betawi
2.      Dapat mempelajari ragam budaya betawi
3.      Lebih mengenal dan mengetahui budaya betawi













                                                    
BAB II
Pelaksanaan Kegiatan

A.    Waktu
Dilaksanakan pada :
Hari          : Senin
Tanggal    : 30 November 2015
Jam           : 07.00 WIB
B.     Obyek
·         Ondel-ondel
·         Batik
·         Kembang goyang
C.     Biaya
Biaya untuk melakukan wisata sebesar Rp 110.000-100.000
D.    Perjalan dan Hasil kegiatan
Tepat pada pukul 06.00 WIB kami berkumpul di depan gedung daksinapati. sebelum kami berangkat, kami berkumpul untuk menunggu teman-teman yang lain yang belum sampai. Setelah semuanya berkumpul barulah kami berangkat menuju tempat tujuan tepatnya pukul 07.00 WIB dengan menggunakan bus tetapi ada juga yang menggunakan motor.
Akhirnya selang berapa lama kami pun sampai ditempat tujuan yaitu di Situ Babakan Suku Betawi. Situ babakan merupakan tempat wisata yang masih kental akan budaya betawi. Disana masih banyak terdapat budaya betawi mulai dari bangunan rumah betawi, makanan betawi, kesenian dan kebudayaan betawi, dan tentunya disana masih banyak orang betawi asli. Di situ babakan terdapat danau yang luasnya mencapai 2hektare yang berada tepat di tengah tengah kampung.
Sesampainya kami disana, kami pun diminta untuk berbaris dan disambut hangat oleh Bapak Ajat sudrajat selaku dosen konsep dasar ips dan tokoh masyarakat setempat yaitu bang Rony dan bang Indra.  








Setelah penyambutan selesai, selanjutnya pemberian plakad sebagai tanda ucapan Terimakasih.

Setelah penyambutan dan pemberian plakad selesai dan sebelum memulai pada proses awal.  kami pun mengabadikan momen ini bersama.
      
acara penyambutan, memberikan plakad. Selanjutnya acara inti pun akan segera di mulai yaitu acara tentang pembuatan kembang goyang, membatik, dan membuat ondel-ondel. Kami pun dipandu dan ditemani oleh bang Rony selaku pebimbing acara. Pembimbingan acara tersebut bermaksud agar semua mahasiswa dapat memahami acara yang akan berlangsung. Acara pertama di awali dengan membuat kembang goyang tapi di dalam laporan saya kali ini yang pertama ditulis yaitu ondel-ondel.
          Pada umunya Ondel-ondel  merupakan sebuah kesenian betawi berupa boneka yang tinggi dan besar, boneka ini dibuat dari anyaman bamboo agar dapat dipikul dari dalam oleh orang yang membawanya. Boneka tersebut dipakai dan dimainkan oleh orang yang membawanya. Pada wajahnya berupa topeng atau dengan kepala yang diberi rambut yang dibuat dari saou injuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya di cat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan dicat dengan warna putih.
Pada kali ini kami akan membuat sebuah ondel-ondel miniature yang cocok untuk dijadikan souvenir.

Pertama, untuk membuat kerajinan ondel-ondel tersebut kami dipandu dalam proses pembuatannya.
cara membuat ondel-ondel, pertama siapkan alat dan bahan yang diperlukan
Ø  Bahan yang diperlukan :
1.      Kok
2.      Kain perca
3.      Mata boneka
4.      Lem
5.      Spidol

Ø  Cara membuat ondel-ondel  :
1.      Pertama siapkan kok dan kain perca

                                                                                           


2.      Setelah itu tempelkan kain perca pada kok dengan menggunakan lem


           

3.      Sesudah semuanya terpasang dengan rapih barulah diberi spidol untuk mewarnai wajah ondel-ondel

            








4.      Tahap akhir yaitu mengemas ondel-ondel dengan rapih menggunakan plastik  





Itulah tahap-tahap pembuatan ondel-ondel miniature yang bisa dijadikan souvenir. Ondel-ondel yang kami buat tidak terlalu sulit dan bahan-bahannya pun sangat mudah didapatkan. Ondel-ondel ini bisa digunakan oleh anak-anak menjadi mainan dan juga bisa dijadikan souvenir yang bisa dibawa pulang.












Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malampada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memilik kekhasan.
Ø  Bahan dan cara membatik
1.      Canting                                                  6.  Malam 
2.      Tempat duduk                                        7.  Kain katun
3.      Wajan dan kompor                                 8.  Pewarna kain
4.      Gawangan
5.      Canting cap dan meja cap
Cara membatik :
1.      pertama sediakan malam untuk menjadi bahan utama

2.      setelah itu panaskan malam hingga menjadi cair




3.      buatlah pola pada kain katun dengan menggunakan pensil untuk batik tulis sedangkan batik cap dengan menggunakan canting cap
Ø  batik tulis                                                                      batik cap
                                                    
4.      setelah pola selesai kemudian, pola tersebut digambar ulang menggunakan canting yang berisi malam yang sudah dipanaskan
 
5.      jika sudah selesai mencanting maka dilanjutkan dengan mewarna atau memberikan warna, setelah itu nglorod atau menghilangkan warna menghilangkan malam pada kain. Dan hasilnya akan terlihat lebih bagus.
 
Kue kembang goyang merupakan makanan atau cemilan khas Jakarta atau betawi, kue kembang goyang mempunyai ciri khas yang pembuatan kue nya disaat penggorengan harus digoyang-goyang agar bisa digoreng dengan mudah. Kue kembang goyang sendiri ada dua macam rasa, ada rasa gurih dan ada rasa manis. Pembuatannya pun sangat mudah dilakukan. 

Ø  Bahan dan cara pembuatan  
1.      Gula putih halus                                                  6.   Telur ayam
2.      Terigu                                                                  7.   Minyak goreng
3.      Air putih                                                              8.   Wijen
4.      Santan kelapa                                                      9.   Mentega
5.      Garam
Cara membuat kembang goyang :
1.      Pertama sediakan alat dan bahan 

                

2.      Membuat adonan yang terdiri terigu, garam, santan kelapa, garam, telur ayam, mentega, wijen dan air putih diaduk hingga merata

3.      Panaskan minyak goreng dalam jumlah banyak diatas api sedang, celupkan cetakan kembang goyang agar memudahkan disaat penggorengan.

 

4.      Setelah cetakan panas, cetakan dicelupkan pada adonan dan kemudian cetakan yang berisi adonan siap untuk digoreng,  pada saat penngorengan cetakan yang berisi adonan harus digoyang-goyang agar adonan bisa terlepas dari cetakan.











5.      Penggorengan dilakukan sampai adonan berubah warna menjadi cokelat keemasan setelah itu diangkat dan ditiriskan menggunakan kayu  

 

6.      Setelah selesai penggorengan kue kembang goyangpun siap untuk dihidangkan dan disajikan













BAB III
Penutup
Kesimpulan

             Observasi ini mengajarkan dan menambah wawasan kami akan kesenian dan kebudayaan yang ada di Jakarta (betawi). Jakarta memiliki kesenian dan kebudayaan beragam yang saat ini budaya tersebut hampir jarang dijumpai dijakarta. dengan adanya observasi ini mengajarkan kami akan indahnya budaya Indonesia yang tidak kalah modern dengan budaya luar. Indahnya budaya Indonesia terutama Jakarta (betawi) sangat sayang jika budaya itu tidak terjaga dengan baik. Maka jagalah budaya kita dan lestarikan lah budaya tersebut agar semua orang mengetahui indahnya pesona budaya jakarta












                                                                                                                                          


DAFTAR PUSTAKA

https://awalbarri.wordpress.com/2009/03/16/1-definisipengertian-antropologi-objek-tujuan-dan-cabang-ilmu-antropologi/




Tidak ada komentar:

Posting Komentar