LAPORAN
OBSERVASI SITU BABAKAN
TRADISIONAL
SUKU BETAWI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS
NEGERI JAKARTA
KATA
PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi Maha penyayang, saya panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya. Sehingga saya dapat menyelesaikan laporan tentang
Observasi ke Situ Babakan Suku Betawi. Laporan ini telah saya susun dengan
maksimal dan mendapatkan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar
pembuatan laporan ini.
Terlepas
dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat
memperbaiki laporan observasi ke situ babakan suku betawi ini.
Akhir
kata saya berharap semoga laporan observasi ke situ babakan suku betawi ini
dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.
Jakarta, 08
Desember 2015
Penyusun : Hilma nurliana
Daftar
Isi
Kata pengantar…………………………………………………………………………………..i
Daftar isi………………………………………………………………………………………...ii
BAB I Pendahuluan…………………………………………………………………………….1
A. Latar
belakang…………………………………………………………………………..1
B. Tujuan
laporan observasi……………………………………………………………….2
C. Kegunaan
atau manfaat observasi………………………………………………………2
BAB II Pelaksanaan Kegiatan…………………………………………………………………..3
A. Waktu……………………………………………………………………………………3
B. Obyek……………………………………………………………………………………3
C.
Biaya…………………………………………………………………………………….4
D. Perjalanan
dan Hasil Kegiatan…………………………………………………………4-5
·
Ondel-ondel……………………………………………………………………5-7
·
Membatik………………………………………………………………………8-9
·
Kembang goyang……………………………………………………………..10-13
BAB III Penutup………………………………………………………………………………..14
Kesimpulan……………………………………………………………………………………..14
BAB
I
pendahuluan
A. Latar
Belakang
Indonesia adalah Negara yang memiliki
banyak pulau yang di kelilingi oleh lautan dan setiap daerah memiliki kesenian
dan kebudayaan yang berbeda-beda pula. Ibukota Indonesia adalah Jakarta.
Rata-rata penduduk Jakarta adalah orang-orang yang berasal dari Jakarta atau
suku Betawi. Namun saat ini sudah banyak masyarakat luar Jakarta uang tinggal
di kota Jakarta karena merupakan kota metropolitan dan kota perantauan bagi
mereka yang ingin mencari pekerjaan bahkan ingin mengubah nasib di perantauan.
Walaupun dikenal sebagai kota
metropolitan, Jakarta memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang ada
didalamnya khususnya mereka yang asli berasal dari Jakarta atau suku betawi.
Jakarta memang sebagai ibukota dari dari Negara Indonesia namun Jakarta tidak
akan pernah lepas dari kesenian dan kebudayaan yang ada dan menyangkut di
dalamnya. Saya akan menjelaskan beberapa kesenian dan kebudayaan yang adaa di
Jakarta atau suku betawi.
B. Tujuan Laporan Observasi
1. Untuk
Mengenal kebudayaan dan kesenian betawi
2. Untuk
Mengetahui apa saja kesenian dan kebudayaan betawi
3. Untuk
Mengetahui makanan khas Jakarta
C. Kegunaan atau manfaat observasi
1. Memperoleh
banyak pengetahuan akan kesenian dan kebuyaan betawi
2. Dapat
mempelajari ragam budaya betawi
3. Lebih
mengenal dan mengetahui budaya betawi
BAB
II
Pelaksanaan
Kegiatan
A. Waktu
Dilaksanakan pada :
Hari : Senin
Tanggal : 30 November 2015
Jam : 07.00 WIB
B. Obyek
·
Ondel-ondel
·
Batik
·
Kembang goyang
C. Biaya
Biaya untuk melakukan wisata
sebesar Rp 110.000-100.000
D. Perjalan
dan Hasil kegiatan
Tepat pada pukul 06.00 WIB kami
berkumpul di depan gedung daksinapati. sebelum kami berangkat, kami berkumpul
untuk menunggu teman-teman yang lain yang belum sampai. Setelah semuanya
berkumpul barulah kami berangkat menuju tempat tujuan tepatnya pukul 07.00 WIB
dengan menggunakan bus tetapi ada juga yang menggunakan motor.
Akhirnya selang berapa lama kami
pun sampai ditempat tujuan yaitu di Situ Babakan Suku Betawi. Situ babakan
merupakan tempat wisata yang masih kental akan budaya betawi. Disana masih
banyak terdapat budaya betawi mulai dari bangunan rumah betawi, makanan betawi,
kesenian dan kebudayaan betawi, dan tentunya disana masih banyak orang betawi
asli. Di situ babakan terdapat danau yang luasnya mencapai 2hektare yang berada
tepat di tengah tengah kampung.
Sesampainya kami disana, kami pun
diminta untuk berbaris dan disambut hangat oleh Bapak Ajat sudrajat selaku
dosen konsep dasar ips dan tokoh masyarakat setempat yaitu bang Rony dan bang
Indra.
Setelah penyambutan selesai,
selanjutnya pemberian plakad sebagai tanda ucapan Terimakasih.
Setelah penyambutan dan pemberian plakad selesai dan
sebelum memulai pada proses awal. kami
pun mengabadikan momen ini bersama.
acara penyambutan, memberikan plakad. Selanjutnya
acara inti pun akan segera di mulai yaitu acara tentang pembuatan kembang
goyang, membatik, dan membuat ondel-ondel. Kami pun dipandu dan ditemani oleh
bang Rony selaku pebimbing acara. Pembimbingan acara tersebut bermaksud agar
semua mahasiswa dapat memahami acara yang akan berlangsung. Acara pertama di
awali dengan membuat kembang goyang tapi di dalam laporan saya kali ini yang
pertama ditulis yaitu ondel-ondel.
Pada umunya Ondel-ondel merupakan sebuah kesenian betawi berupa
boneka yang tinggi dan besar, boneka ini dibuat dari anyaman bamboo agar dapat
dipikul dari dalam oleh orang yang membawanya. Boneka tersebut dipakai dan
dimainkan oleh orang yang membawanya. Pada wajahnya berupa topeng atau dengan
kepala yang diberi rambut yang dibuat dari saou injuk. Wajah ondel-ondel
laki-laki biasanya di cat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan dicat
dengan warna putih.
Pada kali ini kami akan membuat
sebuah ondel-ondel miniature yang cocok untuk dijadikan souvenir.
Pertama, untuk membuat kerajinan
ondel-ondel tersebut kami dipandu dalam proses pembuatannya.
cara membuat ondel-ondel, pertama siapkan
alat dan bahan yang diperlukan
Ø Bahan
yang diperlukan :
1. Kok
2. Kain
perca
3. Mata
boneka
5. Spidol
Ø Cara
membuat ondel-ondel :
1. Pertama
siapkan kok dan kain perca
2. Setelah
itu tempelkan kain perca pada kok dengan menggunakan lem
3. Sesudah
semuanya terpasang dengan rapih barulah diberi spidol untuk mewarnai wajah
ondel-ondel
4. Tahap
akhir yaitu mengemas ondel-ondel dengan rapih menggunakan plastik
Itulah tahap-tahap pembuatan
ondel-ondel miniature yang bisa dijadikan souvenir. Ondel-ondel yang kami buat
tidak terlalu sulit dan bahan-bahannya pun sangat mudah didapatkan. Ondel-ondel
ini bisa digunakan oleh anak-anak menjadi mainan dan juga bisa dijadikan
souvenir yang bisa dibawa pulang.
Batik adalah kain bergambar yang
pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malampada kain itu,
kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memilik kekhasan.
Ø Bahan
dan cara membatik
1. Canting
6. Malam
2. Tempat
duduk 7. Kain
katun
3. Wajan
dan kompor
8. Pewarna kain
4. Gawangan
5. Canting
cap dan meja cap
Cara membatik :
1. pertama
sediakan malam untuk menjadi bahan utama
2. setelah
itu panaskan malam hingga menjadi cair
3. buatlah
pola pada kain katun dengan menggunakan pensil untuk batik tulis sedangkan
batik cap dengan menggunakan canting cap
Ø batik
tulis
batik cap
4. setelah
pola selesai kemudian, pola tersebut digambar ulang menggunakan canting yang
berisi malam yang sudah dipanaskan
5. jika
sudah selesai mencanting maka dilanjutkan dengan mewarna atau memberikan warna,
setelah itu nglorod atau menghilangkan warna menghilangkan malam pada kain. Dan
hasilnya akan terlihat lebih bagus.
Kue kembang goyang merupakan
makanan atau cemilan khas Jakarta atau betawi, kue kembang goyang mempunyai
ciri khas yang pembuatan kue nya disaat penggorengan harus digoyang-goyang agar
bisa digoreng dengan mudah. Kue kembang goyang sendiri ada dua macam rasa, ada
rasa gurih dan ada rasa manis. Pembuatannya pun sangat mudah dilakukan.
Ø Bahan
dan cara pembuatan
1. Gula
putih halus 6. Telur ayam
2. Terigu
7. Minyak goreng
3. Air
putih
8. Wijen
4. Santan
kelapa 9. Mentega
5. Garam
Cara membuat kembang
goyang :
1. Pertama
sediakan alat dan bahan
2. Membuat
adonan yang terdiri terigu, garam, santan kelapa, garam, telur ayam, mentega,
wijen dan air putih diaduk hingga merata
3. Panaskan
minyak goreng dalam jumlah banyak diatas api sedang, celupkan cetakan kembang
goyang agar memudahkan disaat penggorengan.
4. Setelah
cetakan panas, cetakan dicelupkan pada adonan dan kemudian cetakan yang berisi
adonan siap untuk digoreng, pada saat
penngorengan cetakan yang berisi adonan harus digoyang-goyang agar adonan bisa
terlepas dari cetakan.
5. Penggorengan
dilakukan sampai adonan berubah warna menjadi cokelat keemasan setelah itu
diangkat dan ditiriskan menggunakan kayu
6. Setelah
selesai penggorengan kue kembang goyangpun siap untuk dihidangkan dan disajikan
BAB
III
Penutup
Kesimpulan
Observasi ini mengajarkan dan menambah wawasan kami akan kesenian dan
kebudayaan yang ada di Jakarta (betawi). Jakarta memiliki kesenian dan
kebudayaan beragam yang saat ini budaya tersebut hampir jarang dijumpai
dijakarta. dengan adanya observasi ini mengajarkan kami akan indahnya budaya
Indonesia yang tidak kalah modern dengan budaya luar. Indahnya budaya Indonesia
terutama Jakarta (betawi) sangat sayang jika budaya itu tidak terjaga dengan
baik. Maka jagalah budaya kita dan lestarikan lah budaya tersebut agar semua
orang mengetahui indahnya pesona budaya jakarta
DAFTAR PUSTAKA
https://awalbarri.wordpress.com/2009/03/16/1-definisipengertian-antropologi-objek-tujuan-dan-cabang-ilmu-antropologi/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar