Selasa, 08 Desember 2015

SARAH / NIM: 1815153897

LAPORAN
HASIL KUNJUNGAN OBSERVASI BUDAYA BETAWI
SETU BABAKAN
(Ditunjukan untuk memenuhi mata kuliah Konsep Dasar IPS)
Dosen: Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd



  

Disusun oleh:
Sarah
1815153897

KELAS: F PGSD UNJ 2015
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIDKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan Laporan Kunjungan Wisata di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Jakarta ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa kendala. Adapun penyusunan Laporan Kunjungan Kebudayaan Betawi Situ Babakan ini berdasarkan data-data yang diperoleh selama  Saya melakukan Kunjungan, data-data dan keterangan dari pembimbing.Dengan berbagai macam metode observasi yang dilakukan. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Kunjungan Wisata ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.      Keluarga yang telah memberika izin untuk mengikuti kegiatan ini dan memberikan dukungan secara materi
2.      Bapak Dr.Ajat Sudrajat, M.     Pd selaku dosen pembimbing yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan Kunjungan Ini.
3.      Bang Indra Sutisna, S.Kom  selaku Anggota Lembaga Pengelola Perkampungan Budaya Betawi
4.      Bang Roni selaku pemandu, serta pengelola Setu Babakan lainnya.
5.      Pihak panita yang telah bekerja untuk dapat melaksanankan kegiatan ini.
6.      Teman kelas F yang sudah berpartisipasi dalam kunjungan wisata.
            Akhirnya, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan kunjungan wisata ini masih banyak kekurangan. Karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan Laporan Kunjungan Wisata ini. Demikian kata pengantar ini kami buat, semoga dapat bermanfaat, khususnya bagi diri pribadi kami sendiri dan pembaca pada umumnya.

Jakarta, 10 Desember 2015
Penyusun,



Sarah
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Observasi Budaya Betawi adalah kegiatan wisata/ kunjungan sekaligus penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk menambah pengetahuan siswa dan menambah pengalaman mengenai Budaya Betawi. Setelah Observasi Budaya Betawi dilaksanakan, mahasiswa diwajibkan untuk menyusun laporan hasil kunjungan. Laporan hasil kunjungan adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah selesai dilaksanakan. Observasi Budaya Betawi ini dilakukan di Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan. Dimana kita bisa mempelajari, mengenal dan melestarikan Budaya Betawi agar tetap terjaga selamanya.
Budaya Betawi adalah Budaya yang berasal dari kota kita yaitu Jakarta, karna pada zaman sekarang globalisasi sudah sangat meluas di Indonesia terutama di Jakarta. Hal itu menyebabkan masuknya budaya modernisasi pada kota kita ini, dan Budaya Betawi jika tidak dilestarikan dan dijaga maka akan tergusur dan hilang karna adanya budaya modernisasi tersebut. Itulah sebabnya, kita melakukan Observasi Budaya Betawi di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan agar mahasiswa dapat mengenal dan mencintai budayanya sendiri, sehingga budaya kita dapat lestari selamanya.

1.2  Tujuan Laporan
Adapun tujuan laporan yang dibuat, yaitu:
1.      Salah satu syarat memenuhi tugas mata kuliah konsep dasar IPS
2.      Dokumentasi bagi penulis

1.3  Manfaat Laporan
Adapun manfaat dari laporan yang dibuat, yaitu:
1.      Memperkenalkan kepada Mahasiswa, berbagai macam budaya Betawi
2.      Mengetahui bagaimana cara untuk melestarikan dan menjaga budaya Betawi
3.      Memperluas wawasan dan pengetahuan mahasiswa mengenai Budaya Betawi

1.4  Pelaksanaan Kegiatan
Tempat         : Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Srengseng Sawah Jak-Sel
Hari/Tanggal : Senin/ 30 November 2015
Waktu           : 09.00 s.d 13.00 WIB
Peserta         : 43 Mahasiswa Kelas F PGSD 2015


DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
1.2  TUJUAN LAPORAN
1.3  MANFAAT LAPORAN
1.4  PELAKSANAAN KEGIATAN

BAB II PEMBAHASAN
2.1              SEJARAH PERKAMPUNGAN BUDAYA BETAWI, SETU BABAKAN
2.2              KEGIATAN
2.2.1        PERJALANAN
2.2.2        UPACARA PEMBUKAAN
2.2.3        MEMBUAT KUE KEMBANG GOYANG
2.2.4        MEMBUAT BATIK
2.2.5        MEMBUAT KERAJINAN ONDEL-ONDEL

BAB III PENUTUP
3.1  KESIMPULAN
3.2  KESAN DAN SARAN


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan


Setu Babakan atau Danau Babakan terletak di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta Selatan, Indonesia dekat Depok yang berfungsi sebagai Pusat Perkampungan Budaya Betawi, suatu area yang diperuntukkan untuk pelestarian warisan budaya Jakarta, yaitu budaya asli Betawi. Setu Babakan merupakan danau buatan dengan area 30 hektare (79 akre) dengan kedalaman 1-5 meter dimana airnya berasal dari Sungai Ciliwung dan saat ini digunakan sebagai tempat wisata alternatif, bagi warga dan para pengunjung.
Taman disekitarnya ditanami dengan beragam pohon buah-buahan yaitu Mangga, Palem, Melinjo, Rambutan, Jambu, Pandan, Kecapi, Jamblang, Krendang, Guni, Nangka Cimpedak, Nam-nam, dan Jengkol. Banyak kuliner khas Betawi terdapat disini, antara lain Kerak Telor, Toge Goreng, Arum Manis, Rujak Bebek, Soto Betawi, Es Potong, Es Duren, Bir Pletok, Nasi Uduk, Nasi Ulam, dll.
Wisata budaya yang disajikan antara lain rumah-rumah khas Betawi yang dibagi menjadi 3 macam, pertama rumah Betawi gudang atau kandang, kedua rumah Betawi Kebaya atau Bapang, dan yang ketiga adalah rumah Joglo, hampir serupa dengan rumah khas Yogyakarta.Keseniannya berupa Lenong, Tari Topeng, Tanjidor, Marawis, Gambang Kromong, Tari Lenggang Nyai, dan Tari Narojeng.Upacara Adat yang ada di perkampungan Betawi Setu Babakan adalah Penganten Sunat, Pindah Rumah, Khatam Qur'an, dan Nujuh Bulan.
Mayoritas penduduk di Setu Babakan adalah Betawi, dengan program dari pemda DKI untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada untuk mengakomodasi kebutuhan ruang terbuka hijau, serta area untuk resapan air, setu babakan berbenah diri dengan dukungan penuh dari pemda DKI
Perkampungan Betawi ini didirikan pada 18 Agustus 2000, namun diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada 20 Januari 2001. Sejak berdiri hingga sekarang, Setu Babakan telah mengalami berbagai perkembangan, termasuk perluasan wilayah perkampungan. Didalamnya terdapat fasilitas galeri, dan juga danau.
Tempat ini memiliki 6 fungsi berdasarkan perda No.5 Tahun 2003, yaitu:
1.      Sebagai Sarana ibadah
2.      Sarana permukiman
3.      Sarana informasi
4.      Sarana pelestarian dan pengembangan
5.       Sarana penelitian dan
6.       Sarana pariwisata.
Dan juga memiliki 2 tujuan yaitu:
1.      Mengangkat harkat dan martabat masyarakat betawi dan
2.      Mengangkat perekonomian masyarakat yang tinggal di kawasan perkampungan Betawi

2.2  Kegiatan
2.2.1        Perjalanan
Senin, 30 November 2015 pada pukul 07.00 WIB sebagian mahasiswa kelas F PGSD 2015 berkumpul di depan gedung Daksinapati UNJ untuk persiapan berangkat menuju Setu Babakan. Setelah teman teman yang lain berdatangan, dan melalukan proses pengabsenan, kamipun berangakat menggunakan bis menuju lokasi pada pukul 07.20 WIB. Mahasiswa yang melakukan perjalanan menggunakan motorpun sudah berangkat sejak awal. Perjalanan menuju lokasi lancar dan tidak ada hambatan. Pada pukul 08.10 WIB bis tiba ditempat, begitu juga dengan yang menggunakan motor. Kegiatan dimulai di Setu Babakan. Dan pada pukul 13.00 WIB, kami bersiap untuk kembali ke UNJ menggunakan bis. Pukul 13.20 bis berangkat menuju UNJ untuk mengantarkan kembali mahasiswa.

2.2.2        Upacara Pembukaan


Kegiatan pertama yang dilakukan ketika kami tiba di Setu Babakan adalah Upacara Pembukaan. Pemberian sambutan oleh kedua belah pihak, pihak UNJ diwakilkan oleh dosen mata kuliah Konsep Dasar IPS Bapak Ajat Sudrajat, beliau mengatakan bahwa kami sebagai mahasiswa harus mampu menjaga dan melestarikan Budaya Betawi yang sudah ada dan setelah melakukan Observasi ini, diharapkan agar membuat laporan kegiatannya. Dan sambutan dari pihak pengelola Setu Babakan, yaitu Bang Indra Sutisna, beliau mengatakan selamat datang apresiasi, terimakasih atas kedatangan teman-teman melalui program dari pak Ajat di Civitas Akademika UNJ dulu IKIP. Dan beliau menjelaskan sedikit mengenai sejarah Setu Babakan, sekaligus fasilitas dan fungsi apa saja yang berada di Setu Babakan.
Setelah sambutan, selanjutnya adalah pemberian plakat. Pemberian plakat ini dilakukan untuk menjalin tali silaturahim dan juga kenang kenangan. Plakat diberikan kepada: Pihak Pengelola Perkampungan Budaya Betawi, Bang Indra Sutisna, dan Bapak Ajat Sudrajat.

2.2.3        Pembuatan Kue Kembang Goyang


Pembuatan kue kembang goyang ini dijelaskan secara mendetail oleh Mpo Yuyun. Kembang Goyang sendiri adalah kue yang berasal dari Betawi, mengapa disebut kue kembang goyang? Karna kue yang berbentuk seperti kembang dan proses pembuatannya harus di goyang seperti dengan namanya.

a.      Bahan Kue:


1.      Santan KARA 1 ukuran 125ml
2.      Tepung Terigu ½ KG
3.      Telur 1 butir
4.      Mentega
5.      Gula Pasir
6.      Garam
7.      Minyak Goreng

b.      Cara Membuat:
1.  Masukan telur, mentega, gula pasir, garam. Kocok sampai gulanya halus lalu masukan tepung terigu, santan kelapa dan air putih sampai adonan mengental
2. Masukkan minyak goreng ke dalam wajan lalu masukan juga cetakannya (gunakan dua cetakan) gunanya untuk memanaskan cetakan agar adonan dapat menempel
3. Setelah cetakan yang sudah dimasukkan ke dalam wajan dirasa sudah panas, maka celupkan cetakan tersebut ke dalam adonan, celupkan cetakan agar rata dengan cetakan, usahakan agar cetakan tidak tenggelam penuh dalam adonan.
4.  Setelah didiamkan dalam adonan, segera angkat cetakan dan masukan ke dalam wajan, lalu digoyang-goyang agar adonannya lepas, perlahan-lahan angkat cetakan maka kembang goyang akan terlepas dari cetakan.
5.  Kalau sudah berwarna coklas keemasan, segera angkat dan tiriskan.

2.2.4        Membuat Batik

Pada pembuatan batik ini, kami dibimbing oleh Mpo Aya dan Mpo Anna. Betawi sendiri memilik motif batik yang sangat khas sesuai dengan kebudayaan Betawi, antara lain: Ondel –Ondel. Batik Betawi memilik 2 macam jenis, batik tulis dan batik cetak. Pewarnaan dari batik Betawi juga menggunakan pewarna alami seperti kayu secang, tetapi ada juga yang menggunakan pewarna sintetis.

a.      Bahan Batik:
1.      Kain Mori
2.      Canting
3.      Lilin atau Malam (pewarna)
4.      Wajan dan Kompor

b.      Cara Membuat:
1.      Pembuatan Sketsa


2.      Pembuatan Cetakkan Batik


3.      Mencetak Batik



4.      Membatik



2.2.5        Membuat Kerajinan Ondel – Ondel



Pembuatan Kerajinan Ondel-Ondel kali ini, kami dibimbing oleh Bang Dede. Ondel – Ondel adalah mascot dari Betawi, Perbedaan ondel-ondel yang kita kenal dulu dengan sekarang, ada 3 perbedaannya: bentuknya, cara membuatnya, dan manfaatnya dan fungsinya, kalau ondel-ondel jaman dulu itu cara membuatnya membutuhkan waktu dan ritual tertentu karena itu berkaitan dengan manfaat atau fungsinya. Fungsi ondel-ondel jaman dulu itu ada fungsi di luar dari manusia, misalnya utnuk mengusir hantu, menolak bala, dsb, itu ada sebagian masyarakat kita yang percaya itu, karena dalam pembuatannya itu memang ada prosesi-prosesinya ada ritual-ritualnya ada kembang tujuh rupanya, ada kemenyannya, dan menyiapkan bubur sum-sum dan sebagainya. Waktunya juga ditentukan dengan harapan nanti ruh yang masuk ke dalam ondel-ondel nanti ruh yang baik. Karena manfaatnya untuk mengusir roh jahat nantinya.

a.      Bahan Kerajinan Ondel – Ondel:
1.      Shuttle Cock bekas
2.      Kain flannel yang sudah tidak terpakai
3.      Spidol
4.      Pernak – Pernik
5.      Lem

b.      Cara Membuat:
1.Siapkan Shuttle Cock, dan kain flannel. Lilitkan kain flannel hingga mengelilingi shuttle cock tersebut. Lalu berikan lem
2. Berikan pernak-pernik sebagai hiasan pada ondel ondel
3. Dan gambar wajah dengan menggunakan spidol


BAB III
PENUTUP

3.1           Kesimpulan
Observasi Budaya yang kami lakukan ke Setu Babakan adalah salah satu cara agar bisa mengenal Kebudayaan Betawi. Setu Babakan memiliki 3 wisata, yaitu: wisata budaya, wisata air, dan wisata argo. Walaupun kami hanya bisa melakukan observasi pada wisata budayanya saja itu sudah sangat cukup untuk menambah wawasan kami agar bisa melestarikan Budaya Betawi.

3.2           Kesan dan Saran
Kesan yang diberikan sangat positif, karna pada observasi budaya ini kami tidak hanya melakukan penelitian tetapi juga refresing karna mengingat Setu Babakan adalah tempat yang masih sangat alami dan bersih.
       Saran untuk laporan ini, semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Dan untuk Setu Babakannya, diperbanyakan fasilitas dan gencar melakukan promosi agar banyak wisatawan yang mengetahui dan datang ke Setu Babakan.


DAFTAR PUSAKA

http://www.ngikik.com/contoh-laporan-perjalanan-wisata.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar