Laporan Observasi
Kampung Budaya Betawi Setu Babakan
Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial
Disusun
oleh :
Nama : Siti Marian Antartika
Kelas : F
NIM :
1815152509
KATA
PENGATAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat
menyelesaikan laporan hasil observasi di kampung Setu Babakan ini dengan baik
meskipun masih banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada
bapak Dr. Ajat Sudrajat M.Pd. selaku Dosen
mata kuliah Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Negeri Jakarta yang telah
memberikan tugas ini kepada saya. Tak lupa pula sya berterima kasih kepada
pihak pengelola yang telah memberikan informasinya.
Saya sangat berharap laporan observasi ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan saya mengenai observasi budaya betawi lebih mendalam. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga laporan observasi sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan karena saya masih dalam tahap belajar dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Saya sangat berharap laporan observasi ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan saya mengenai observasi budaya betawi lebih mendalam. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga laporan observasi sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan karena saya masih dalam tahap belajar dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Jakarta,
Desember 2015
Penyusun
Daftar isi
Ø Kata
pengantar……………………………………………………..…2
BAB 1 PENDAHULUAN
Ø Latar
belakang………………………………………………….……..4
Ø Tujuan
observasi……………………………………………….……...5
Ø Manfaat
observasi…………………………………………………..…5
Ø Pelaksanaan
obervasi…………………………………………….……5
BAB II PEMBAHASAN
Ø Profil
Setu Babakan………………………………………….………..7
Ø Aksesbiitas
………………………………………………….………...7
Ø Fasilitas
……………………………………………………….………8
Ø Fungsi
setu babakan …………………………………………….……8
Ø Tujuan
setu babakan …………………………………………….……9
Ø Kegiatan
di Setu Babakan ……………………………………………9
BAB III PENUTUP
Ø Kesimpulan
………………………………………………………….11
Ø Saran
………………………………………………………………...11
Ø Foto-foto
kegiatan …………………………………………………...12
Ø Daftar
pustaka……………………………………………………..…15
BAB
I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kegiatan
studi lapangan mata kuliah ilmu pengetahuan social merupakan agenda dalam
semester 1 ini ditangguhkan kepada kelas
yang diajar oleh dosen kami yang bernama bapak Ajat Sudrajat. Budaya betawi
yang akirnya dipilih sebagai objek studi lapangan mata kuliah ilmu pegetahuan
social ini tepatnya adalah kampong budaya betawi SETU BABAKAN.
Setu
babakan atau danau sawah berada didaerah Srengseng sawah, kecamatan jagakarsa,
Jakarta selatan, provinsi DKI Jakarta yang diresmikan ada tanggal 20 Januari
2001. Setu babakan ini merupakan area yang dilestarikan untuk menjaga warisan
budaya betawi. Setu babakan merupakan daau buatan yang mempunyai luas 32 hektar
yang air nya berasal dari sungai ciliwung. Danau atau setu tersebut digunakan
masyarakat kampong setu babakan itu sebagai area pemancingan, wisata air, dan
hanya untuk sekedar bersanti di pinggir danau.
Setu
babakan adalah sebuah kawasan perkampungan yang ditetapkan oleh pemerintah
provinsi DKI Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya betawi.
Di perkampungan ini masyarakat setu babakan masih mempertahankan budaya dan cara hidup khas betawi seperti memancing,
bercocok tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan, dan membuat makanan khas
betawi. Melalui cara hidup inilah masyarakat kampug setu babakan mempertahankan
dan melestarikan budaya betawi.
Perkampungan
setu babakan ini yang mempunyai luas 289 hektar, 65 hektar diantaranya milik
pemerintah dimana yang baru dikelola baru 32 hektar. Perkampungan ini ditempati
sekitar 3000 kepala keluarga 60% diantaranya adalah masyarakat betawi asli dan
40% adalah mayarakat pendatang yang sudah hampir 30 tahun tinggal
diperkampungan setu babakan ini.
Tujuan observasi
Tujuan diadakan kegiatan studi
lapangan ini adalah agar kami sebagai mahasiswa yang menuntut ilmu di kampus
UNJ ini dapat mengenal kebudayaan daerah tempat kami menuntut ilmu selain itu
kami dapat menambah wawasan tentang kebudayaan yang ada di Indonesia terutama
kebudayaan betawi. Selain itu tujua nya adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
ilmu pengetahuan social yang berkaitan dengan observasi ini.
Manfaat observasi
Laporan
ini sangat bermanfaat sekali bagi penulis, karena :
a Memberikan
kesmpatan kepada saya sebagai mahasiswa untuk mempelajari, mengamati objek
wisata perkampungan budaya betawi setu babakan ini.
b - Melatih
saya sebagai mahasiswa dalam menulis karya ilmiah.
c - Memberikan
saya wawasan dan pengalaman yang baru tentang kebudayaan betawi.
d - Menjadikan
saya lebih mengenal dan memperdalam budaya saya sendiri.
Pelaksanaan observasi
a. Lokasi
observasi
Lokasi observasi
dilakukan di kampong budaya betawi ‘setu babakan’ yang berada di daerah
Srengseng sawah, kecamatan jagakarsa, Jakarta selatan, provinsi DKI Jakarta.
Lokasi ini dekat dengan Depok, Jawa Barat.
b. Waktu
observasi
Waktu observasi
dilaksanakan pada pukul 10:00 hingga pukul 13:00 pada hari senin tanggal 30
November 2015
c. Cara
kerja
Saya melakukan observasi ini dengan pengamatan
langsung di lapangan dengan penjelasan langsung dari pihak pengelola, praktek
langsung membuat kerajinan tangan dan wawancara.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Profil
setu babakan
Setu Babakan atau Danau Babakan terletak di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa,Kotamadya Jakarta
Selatan, Indonesia dekat Depok yang berfungsi sebagai pusatPerkampungan
Budaya Betawi, suatu area yang diperuntukkan untuk pelestarian
warisan budaya Jakarta,
yaitu budaya asli Betawi
yang diresmikan ada tanggal 20 Januari 2001.
Setu
Babakan merupakan danau buatan dengan area 30 hektare (79 akre) dengan
kedalaman 1-5 meter dimana airnya berasal dari Sungai
Ciliwung dan saat ini
digunakan sebagai tempat wisata alternatif, bagi warga dan para pengunjung.
Setu
babakan adalah sebuah kawasan perkampungan yang ditetapkan oleh pemerintah
provinsi DKI Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya betawi.
Di perkampungan ini masyarakat setu babakan masih mempertahankan budaya dan cara hidup khas betawi seperti memancing,
bercocok tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan, dan membuat makanan khas
betawi. Melalui cara hidup inilah masyarakat kampug setu babakan mempertahankan
dan melestarikan budaya betawi.
Perkampungan
setu babakan ini yang mempunyai luas 289 hektar, 65 hektar diantaranya milik
pemerintah dimana yang baru dikelola baru 32 hektar. Perkampungan ini ditempati
sekitar 3000 kepala keluarga 60% diantaranya adalah masyarakat betawi asli dan
40% adalah mayarakat pendatang yang sudah hampir 30 tahun tinggal
diperkampungan setu babakan ini.
B.
Aksesbilitas
Batas fisik wilayah setu babakan :
-
Sebelah
utara jalan Moch. Kahfi II
-
Sebelah
timur jalan dea putra dan jalan manga bolong timur
-
Sebelah
selatan jalan tanah merah, jalan srengeng sawah dan jalan puskesmas
-
Sebelah
barat jalan Moch. Kahfi II.
Para pengunjung dapat menggunakan
kendaraan pribadi berupa sepeda motor dan mobil bahkan bis jua bisa, untuk
pengunjug yang ngi naik kendaraan umum bia naik angkot dan kereta turun di
stasiun tanjung barat. Dari Terminal Pasar Minggu, naik Kopaja No. 616 jurusan
Blok M menuju Cimpedak, turun di depan pintu gerbang perkampungan Setu Babakan.
Dari Terminal Depok naik Kopaja 616 jurusan Blok M-Pasar Minggu-Cimpedak atau
naik angkutan umum bernomor 128, kemudian turun di depan pintu gerbang
perkampungan Setu Babakan.
C.
Fasilitas
-
wisata alam : danau seluas 30 hektar,
banyaknya tanaman dan pepohonan yang menciptakan suasana asri dan sejuk
-
wisata air : danau seluas 30 hektar,
area pemancingan, bebek air untuk mengelilingi danau setu babakan.
-
Tempat makanan khas betawi
-
Area pendopo untuk pertunjukan karya
seni betawi
-
Area kerajinan tangan khas betawi
seperti, pembuatan batik, pembuaan dodol, pembuatan kembang goyang, pembuata
ondel-ondel dan asih banyak lagi.
-
Area parkir yang luas.
-
Tempat ibadah.
D.
Fungsi
dari setu babakan
·
Fungsi sarana ibadah
·
Sarana pemukiman warga
·
Sarana informasi
·
Sarana pelestarian dan pengembangan
·
Sarana penelitian
·
Sarana pariwisata
E.
Tujuan
dari setu babakan
o
Mengakat harkat dan martabat masyarakat
betawi maksudnya secara budaya ingin melestarikan dana mengembangkan budaya
betawi secara keseluruhan baik berbentuk fisik maupun non fisik
o
Mengangkat perekonomian masyarakat yang
tinggal di kawasan perkmpungan betawi
F.
Kegiatan
di setu babakan
Kami sampai di
setu babakan sekitar pukul 09:00 pagi sesamainya disana kami beristirahat
sejenak sekitar pukul 10:00 kami melkukan acara pembukaan atau sambutan oleh
dosen kami dan pengeola setu babakan. Selama kami melakukan observasi kam
dipandu oleh Abang Dayat. Setelah itu kami langsung praktek membuat salah satu makanan
khas betawi oleh Mpok Yuyun, setelah itu kami langsung ketempat pembuatan batik
khas betawi yang dibantu oleh disana banyak pengrajin-pengrajin yang sudah
tertaltih salah satunya Mpok Aya dan Mpok Nana hasil batik nya dipasarkan atau
bahkan instasi pemerintah yang memesan
batik dengan corak khas betawi tersebut di kampong setu babakan ini. Kami
diberikan kesematan untuk praktek membuat batik dengan tangan kami sendiri
menggunakan canting dan malam yang telah disediakan oleh pihak setu babakan
dalam rangkaian kegiatan observasi.setelah pembuatan batik selesai kami
melanjutkan untuk rangkaian kegiatan dalam observasi di setu babakan ini yang
terakhir yaitu pembuatan miniature ondel-ondel yang dipandu oleh Abang Dede da
Abang Bule dari bahan-bahan yang sudah tidak dipakai seperti shutelcock, kain
flannel dan sedikit tambahan lem dan hiasan. Selesai sudah rangkaian kami dalam
kegiatan observasi di setu babakan ini. Banyak pegalaman dan pengetahuan yang
baru yang apat kami ambil dalam kegiatan observasi di setu babakan ini.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kegiatan observasi ini sangat memberikan manfaat
bagi saya tertutama mengenai kebudayaan betawi karena menambah wawasan dan pengalaman
baru. Perkampungan budaya betawi setu babakan ini sangat berperan penting dalam
rangka pelestarian budaya betawi ditengah zaman moderenisasi kala ini.
B.
Saran
Menurut saya saran untuk kampung betawi setu babakan
adalah lebih memperkenalkan kampung tersebut ke masyarakat agar kawasan cagar
budaya betawi tersebut dapat lebih dikenalkan ke masyarakat luas dan dapat memberikan
damppak positif bagi kawasan cagar budaya tersebut karena daya tarik masyarakat
luas masih kurang.
Foto-foto
kegiatan
bahan-bahan pembuatan ondel-ondel mini
galeri batik kampung setu babakan
bahan-bahan pembuatan kembang goyang
Daftar
pustaka








Tidak ada komentar:
Posting Komentar