Senin, 07 Desember 2015

Yulaefah / Kelas F / 1815151505

LAPORAN KUNJUNGAN
WISATA BUDAYA BETAWI SETU BABAKAN
(Dosen pembimbing: Ajat Sudrajat, M.Pd.)






Di Susun oleh:
Yulaefah
1815151505
Kelas F PGSD 2015





PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA


KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya, Sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “Kunjungan Wisata Budaya Betawi Setu Babakan” ini, Tidak hanya itu, ucapan terima kasih kepada orang tua dan keluarga yang telah mendorong semangat penyusun dalam menyelesaikan makalah ini, teman kelas f pgsd 2015 yang senantiasa mengikuti kegiatan bersama, dan bapak Ajat Sudrajat selaku dosen mata kuliah konsep dasar ips yang memberikan kesempatan kepada penyusun untuk melakukan kunjungan dan tugas membuat laporan kunjungan.
Laporan ini sebagai wujud tertulis hasil kunjungan yang merupakan tugas pada mata kuliah konsep dasar Ilmu pengetahuan Sosisal, yang bertujuan untuk mengetahui secara langsung materi Antropologi yang disampaikan dengan mengenal budaya betawi dengan mengadakan kunjungan ke setu babakan pada hari senin, 30 November 2015.
Dengan ini penyusun menyadari akan adanya kesalahan dalam makalah ini, untuk itu penyusun membutuhkan kritik dan saran pembaca sebagai bahan acuan penyusun dalam pembuatan makalah yang akan datang.




Jakarta, 4 Desember 2015

Penyusun




DAFTAR ISI


Kata pengantar...........................................................................................................
Daftar isi....................................................................................................................
Bab I Pendahuluan.....................................................................................................
       a .       Latar belakang................................................................................................
       b.      Tujuan kunjungan...........................................................................................
       c.       Manfaat kunjungan........................................................................................
Bab II Laporan hasil kunjungan.................................................................................
       a.       Wisata budaya betawi setu babakan..............................................................
       b.      Pembuatan jajanan khas betawi kembang goyang.........................................
       c.       Pembuatan batik betawi.................................................................................
       d.      Pembuatan ondel-ondel kecil.........................................................................
Bab III Penutup.........................................................................................................
       a.       Kesimpulan....................................................................................................
       b.      Kritik dan saran..............................................................................................
Daftar pustaka............................................................................................................
Lampiran-lampiran gambar........................................................................................






BAB I
PENDAHULUAN


1.1.Latar belakang
Pemahaman materi yang dilakukan mahasiswa tentunya mempunyai cara yang berbeda, namun dengan itu dapat dijadikan sebagai bahan yang nantinya akan di susun atau bahkan di terapkan oleh kita dalam melakukan suatu pemahaman. Sebenarnya tidak hanya dalam pemahaman materi saja, pengenalan secara langsung akan suatu materi juga perlu diterapkan, dimana dengan hal itu dapat lebih memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam melakukan pemikiran mengenai apa yang mereka lihat dan pelajari langsung. Pemikiran yang dibuat itu sebagai arti seberapa jauh mahasiswa memahami apa yang telah di dapat.
Dengan itu, hal ini berhubungan dengan satu mata kuliah kami mempelajari mengenai antropologi yang mempelajari mengenai kebiasaan masyarakat dalam mata kuliah konsep dasar ilmu pengetahuan social. Dalam kesepatan ini diharapkam mahasiswa dapat memahami megenai antropologi yang ada di budaya betawi

1.2  Tujuan kunjungan
        a.       Untuk mengetahui sekilas budaya betawi yang ada di setu babakan
        b.      Untuk mengetahui cara pembuatan jajanan kembang goyang
        c.       Untuk mengetahui cara pembuatan batik betawi
        d.      Untuk mengetahui cara pembuatan ondel-ondel kecil betawi
        e.       Untuk mempererat tali silaturahmi antara dosen, mahasiswa dan pihak pengelola setu babakan

1.3  Manfaat Kunjungan
Dengan adanya kunjungan ke tempat wisata budaya setu babakan ini dapat menambah wawasan mengenai budaya betawi itu sendiri dan mendapat latihan dalam pembuatan tugas dari mata kuliah konsep dasar ilmu pengetahuan social dalam materi pembelajaran Antropologi



BAB II
HASIL LAPORAN KUNJUNGAN


      2.1.Wisata budaya betawi setu babakan
Setu babakan atau danau babakan merupakan tempat wisata budaya yang terletak  di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Indonesia. Tempat ini diresmikan pada tangal 20 januari 2001 oleh gubernur Jakarta pada saat itu, yakni Bapak Sutiyoso. Luas daerah berdasarkan SK ada 4000 meter namun pada Perda no 3 tahun 2005 menyatakan bahwa luas daerah ini sekitar 289 hektar yang di dalamnya meliputi beberapa rukun warga dan sebuah setu iu sendiri. Kegiatan masyarakatnya pun masih kental dengan adat betawinya, walaupun tidak sepenuhnya dihuni oleh masyarakat asli betawi namun mereka lebih mendominasi dibanding masyarakat pendatangnya. Dengan dijadikannya tempat ini dapat meningkatkan harkat dan martabat masyarakat betawi dalam melestarikan dan memperlihatkan budayanya baik dari fisik atau nonfisiknya kepada masyarakat luas, selain itu juga dapat membantu perekonomian masyarakatnya dengan ikut serta untuk menjaga dan mengembangkan kretivitas masyarakat dalam menyuguhkan suatu usaha yang berkaitan dengan budaya betawi, seperti makanan, minuman, mainan, ataupun tradisinya. Fungsi tempat itu sendiri dijelaskan terdapat 6 fungsi yang meliputi: sebagai sarana ibadah, sarana pemukiman, sarana informasi, sarana pelestarian dan pengembangan, sarana penelitian, dan sarana pariwisata.

      2.2.Pembuatan jajanan khas betawi kembang goyang
Dalam kunjungan ini, kami dijelaskan oleh Mpok Yuyun bagaimana cara pembutan jajanan khas betawi yaitu kembang goyang. Beliau menuturkan, sebenarnya jajanan ini dapat ditemui diderah manapun, namun yang khas dari kembang goyang betawi ini iaah dari rasa manis dan wijen yang ada di kebang goyangnya itu sendiri


Yang harus disiapkan dalam pembuatan ini meliputi,
Alat dan bahan
a.       Tepung terigu
b.      Margarin
c.       Gula pasir
d.      Air putih
e.       Santan kara
f.       Minyak goring
g.      Alat pencetak berukuran sedang
h.      Wajan
Berikut cara pembuatannya,
a.       Tepung terigu, telur, santan, gula pasir dan air putih di campur dalam suatu wadah dan kemudian di aduk hingga rata, dalam membuat adonan ini tidak boleh terlalu padat dan encer
b.      Setelah adonan jadi, siapkan wajan yang berisi minyak goreng, lalu panaskan dan masukkan alat pencetak untuk dipanaskan agar adonan dapat menempel dengan pencetak
c.       Setelah minyak goreng dan alat pencetak panas, angkat dan tiriskan alat pencetak, lalu masukkan pada adonan sampai ujung atas pencetaknya saja,
d.      Setelah itu masukkan ke wajan yang berisi minyak goreng panas, dan g goyangkan agar adonan yang sudah masak langsung terlepas dari pencetaknya
e.       Tunggu hingga matang, lalu angkat jajanan itu dan tiriskan
f.       Lakukan itu berulang, sampai adonan yang dibuat itu habis

2.3  Pembuatan Batik
Adapun kami diajarkan pembuatan batik, batik yang dibuat sebenarnya sama dengan batik-batik yang berasal dari daerah lain, namun yang lebih membedakan ialah dalam pembuatan motif batiknya, dalam batik betawi ini lebih memperlihatkan motif yang berkaitan dengan tari betawi, makanan khas betawi ataupun gambaran-gambaran tentang betawi itu sendiri. Pembuatan batik disana menggunakan alat pewarna alam yang diolah sendiri kemudian dijadikan sebagai pewarna batik. Cara pembuatan motif batiknya dibedakan menjadi 2, yaitu dengan cara gambar dan mejiplak.


2.4  Pembuatan ondel-ondel kecil
Selain itu, kami juga diajarkan cara pembuatan ondel-ondel, namun bukanlah ondel-ondel besar yang sering kita jumpai, melainkan ondel-ondel kecil yang dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas. Adapun cara bahan yang diperukan dalam pembuatan ondel-ondel kecil ini
a.       Shuttle cock bekas
b.      Bahan kain bekas yang sudah dipotong sesuai pola
c.       Lem putih
d.      Manik-manik mata kecil
e.       Plastic
f.       Manik-manik untuk hiasan ondel-ondel perempuan
g.      Spidol hitam dan merah
h.      Tali pengkat



Berikut cara pembuatannya
a.       Siapkan alat dan bahan
b.      Shuttle cock digunakan sebagai tuhuh dari onde-ondelnya, kemudian lapisi dengan kain bahan sebagai pakaiannya dengan lem putih
c.       Setetelah itu pasang matanya dengan lem juga, gambar mulut dan hidung ondel-ondel dengan spidol
d.      Pasangkan manik-manik hiasan kepaa pada ondel-ondel perempuan
e.       Masukkan kedalam plastic dan ikat dengan tali pengikat





BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Wisata Budaya Betawi Setu Babakan merupakan tempat yang disahkan pemerintah untuk pengembangan dan pelestarian kebudayaan betawi. Di tempat wisata budaya ini terdapat banyak hal yang sangat berkaitan dengan budaya betawi baik dari makanan, minuman, perumahan, dll.
Dengan didirikannya tempat wisata ini dapat membantu perekonomian masyarakat yang bertempat tinggal di daerah setu babakan dan meningkatkan harkat martabat masyarakat betawi dalam menjaga dan melestarikan budaya betawi itu sendiri.
Dengan adanya Perkampungan Budaya Betawi ini kita dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita sebagai mahasiswa tentang banyaknya kebudayaan betawi yang harus kita ketahui dan kita lestarikan.

3.2 Saran dan kritik
Diharapkan dengan adanya wisata budaya setu babakan ini dapat memberi wawasan bagi para pengunjung yang datang dengan berbagai tujuan kesana. Selain itu juga, diharapkan agar selalu terjaga apa yang sudah dilestarikan sampai saat ini dan kemudian hari bias dilihat oleh masyarakat Indonesia di masa yang akan datang.





DAFTAR PUSTAKA













LAMPIRAN-LAMPIRAN GAMBAR







Tidak ada komentar:

Posting Komentar